Judul buku : Bulan Terbelah di Langit Amerika
Penulis : Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama : Mei 2014……Cetakan ke tujuh : Januari 2015
ISBN : 978-602-03-0545-5
Hal :343 halaman
“Amerika dan Islam. Sejak 11 September 2001, hubungan keduanya
berubah. Semua orang berbondong-bondong membenturkan mereka.
Mengakibatkan banyak korban berjatuhan; saling curiga, saling tuding,
dan menyudutkan banyak pihak. Ini adalah kisah perjalanan spiritual di
balik malapetaka yang mengguncang kemanusiaan. Kisah yang diminta
rembulan kepada Tuhan. Kisah yang disaksikan bulan dan dia menginginkan
Tuhan membelah dirinya sekali lagi sebagai keajaiban. Namun, bulan punya
pendirian. Ini untuk terakhir kalinya. Selanjutnya, jika dia bersujud
kepada Tuhan agar dibelah lagi, itu bukan untuk keajaiban, melainkan
agar dirinya berhenti menyaksikan pertikaian antarmanusia di dunia. “Apa?
Wajah Nabi Muhammad junjunganku terpahat di atas gedung ini? Apa-apaan
ini! Penghinaan besar!” seruku pada Julia. Mataku hampir berair menatap
patung di dinding Supreme Court atau Mahkamah Agung Amerika Serikat,
tempat para pengadil dan terhukum di titik puncak negeri ini.
“Jangan emosi. Tak bisakah kau berpikir lebih jauh, Hanum? Bahwa negeri
ini telah dengan sadar mengakui Muhammad sebagai patron keadilannya.
Bahwa Islam dan Amerika memiliki tautan sejarah panjang tentang arti
perjuangan hidup dan keadilan bagi sesama. “Akulah buktinya, Hanum.”
Kisah petualangan Hanum dan Rangga dalam 99 Cahaya di Langit Eropa
berlanjut hingga Amerika. Kini mereka diberi dua misi berbeda. Namun,
Tuhan menggariskan mereka untuk menceritakan kisah yang dimohonkan
rembulan. Lebih daripada sekadar misi. Tugas mereka kali ini akan
menyatukan belahan bulan yang terpisah. Tugas yang menyerukan bahwa
tanpa Islam, dunia akan haus kedamaian”



