Tuesday, April 18, 2017

Dari Membaca.... Kartini Dikenal dan Mengenal Dunia


(sumber dari sini )


Ibu  kita Kartini
Puteri Sejati
Putri Indonesia
Harum namanya
 Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka
 Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia




Masih ingat kan lagu Ibu Kartini karangan WR Supratman , sering dinyanyikan saat memperingati hari Kartini setiap tanggal 21 April. Biasanya sekolah mengadakan lomba terkait dengan peringatan hari Kartini, dari mulai lomba peragaan busana tradisional, lomba memasak atau lomba yang lainnya. Dan setiap hari Kartini, selalu identik dengan pakaian kebaya , khas gadis Jawa.
Selama ini saya tidak terlalu memperhatikan esensi dari peringatan hari Kartini, tetapi setelah melihat film Kartini ,kemarin tanggal 15 April 2017, saya jadi menyayangkan saja apabila perayaan hari Kartini hanya diidentikan dengan pakaian kebaya saja. Begitu banyak nilai-nilai luhur yang dapat di ambil dari sejarah Kartini

Bertempat di studio Planet Hollywood Kuningan, saya berkesempatan menonton film Kartini, yang diprakarsai oleh Bank Mandiri dan KEB (Komunitas Emak Blogger). Saya melihat antusias penonton yang sangat ramai memadati 5 studio yang memutar screening Film Kartini, sebelum besok tayang serentak tanggal 19 April 2017


Film Kartini garapan Hanung Bramantyo ini mengangkat kisah hidup Kartini dari usia belasan tahun sampai usia 24 tahun saat menikah. Film dengan setting tahun 1800an di Jepara dibuka dengan adegan Kartini kecil yang sedang menangis, karena minta tidur bersama ibunya. Ibu kandung Kartini bernama Ngasirah adalah rakyat biasa, bukan dari golongan bangsawan, ayahnya RM Sosroningrat adalah Bupati Jepara. Saya baru mengetahui kalau ternyata ibu kandungnya tidak diperbolehkan tinggal di kawasan perumahan bangsawan, karena bukan perempuan bangsawan. Ayah kandung Kartini menikah lagi dengan sesama kalangan dari bangsawan. 

Friday, February 17, 2017

TIPS MENGATASI STRESS MENGHADAPI UJIAN NASIONAL

(gambar : dari sini )
Halo...Mom

Sekarang sudah bulan februari, berarti memasuki semester ke dua di tahun ajaran 2016/2017. Di Indonesia seperti tahun-tahun sebelumnya, bagi pelajar, bulan seperti ini sudah mulai di sibukkan dengan persiapan ujian. Dari mulai ujian mid semester, kenaikan kelas, maupun ujian kelulusan bagi siswa tingkat akhir.
Biasanya saat menghadapi ujian, pelajar sering dilanda kegelisahan, kekhawatiran bahkan stress, karena ketakutan-ketakutan akan ujian yang dihadapi. Khawatir soalnya sulit, jadi tidak lulus, atau lulus tetapi nilainya kurang memuaskan.

Setahun belakangan ini, ujian nasional bukan penentu kelulusan, karena kelulusan ditentukan oleh sekolah masing-masing .Meskipun demikian sebagian besar pelajar tetap merasa menjadi beban, karena nilai juga menjadi salah satu dasar pertimbangan untuk mendaftar ke jenjang yang lebih tinggi.
Bukan hanya anaknya saja yang dilanda kegelisahan, orangtuanya juga terkadang lebih stress daripada anakanya saat menghadapi ujian.

Beberapa hari yang lalu saya menghadiri sebuah seminar dengan tema QNLP For Students : Quantum Neuro Linguistic Programming oleh Trie Ariesta , CM.NLP 
Yaitu Aplikasi Hypnoterapi praktis yang dirancang bagi pelajar untuk menghadapi ujian sekolah/ujian nasional baik secara pikiran, fisik,mental, kesehatan dan spiritual.
QNLP sebenarnya bukan hanya untuk pelajar, tetapi bisa juga untuk karyawan atau masyarakat umum. Karena prinsip kerja QNLP ini adalah untuk membantu fokus terhadap sesuatu yang ingin diraih atau problem solving dengan kalimat positif /Self Talk

Neuro Lingistic Programming adalah ilmu yang mempelajari cara kerja pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Yang dimaksud pikiran sadar antara lain kemampuan yang berhubungan dengan otak kiri seperti matematika, bahasa,menulis,membaca, logika, sistematis. Sedangkan pikiran bawah sadar kemampuan yang berhubungan dengan otak kanan seperti kreativitas, imajinasi, musik, gambar, gagasan, inovasi,intuisi


(Gambar : dari sini )



Bagaimana caranya agar pelajar tidak stress saat menghadapi ujian nasional ??

Wednesday, February 15, 2017

RAHASIA SI KECIL TIDAK MUDAH SAKIT


Assalamualaikum…
Apa kabar semua ? Semoga Mom dan si Kecil selalu sehat yaa..
Dalam cuaca ekstrim seperti ini, yang terkadang pagi hujan, siang panas terik, atau seharian hujan tidak ada matahari, kita harus melindungi tubuh kita lebih ekstra daripada hari biasanya. Terutama untuk si kecil yang sistem kekebalan tubuhnya masih rawan, sehingga mudah sekali terserang penyakit

Kalau anak sakit, pastinya segala aktivitasnya akan terganggu; tidak dapat bermain, tidak sekolah , tidak mau makan, tidurnya tergangu dan pasti seringnya rewel kan ?? Kalau sudah begini, sang ibu pasti ikutan repot dan bisa stress deh....ini pengalaman pribadi sih
Saya sebagai ibu bekerja dengan anak yang masih usia sekolah, pastinya sangat berharap anak-anak saya selalu sehat dan dapat sekolah setiap hari. Kalau mereka tidak sekolah, saya juga tidak dapat bekerja, kebetulan saya dan suami sama-sama bekerja, dan tidak ada keluarga atau asisten yang berada di rumah,  jadi intinya anak-anak  Ga boleh Sakit.

Di sekolah Salsa menggunakan konsep pembelajaran di alam atau outdoor activity, sehingga memerlukan kondisi badan yang selalu sehat dan fit. Kegiatan outdoor seperti outbound, berkebun, olahraga dan berenang masuk dalam jadwal pembelajaran, bahkan saat musim hujan dan dingin seperti ini tidak menjadi penghalang untuk berenang atau outbound.
Seperti hari jumat kemarin, adalah jadwal berenang Salsa dan teman-temannya, tetapi hanya beberapa siswa yang mengikuti kegiatan berenang. Hal tersebut dikarenakan pada hari itu banyak yang tidak masuk sekolah karena sakit atau masuk sekolah tetapi kondisinya tidak fit, sehingga orangtuanya tidak mengijinkan berenang
Salsa sedang belajar berenang

Salsa sedang outbound



Saat musim penghujan dan pancaroba seperti ini hampir setiap hari selalu ada teman kelas Salsa yang sakit, ada yang flu, batuk, atau pilek. Kuman penyakit flu dan batuk menyebar dengan sangat cepat , ketika seorang anak batuk, bersin atau berbiacara mereka menyebarkan tetesan kecil yang berisi virus flu. Virus flu ini mampu bertahan selama sehari dalam permukaan keras, jadi sangat mudah yaa..untuk ketularan, apabila teman kelas ada yang terkena flu.

Tetapi Alhamdulillah, Salsa selalu sehat dan dapat mengikuti segala aktivitas di sekolah dari jam 07.00 – 16.00 Wib. Sekolah Salsa, adalah sekolah fullday, jadi benar-benar memerlukan kondisi tubuh yang selalu sehat dan fit untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Salsa tidak mudah tertular penyakit flu, meski teman-teman sekelasnya sedang sakit. 

Bagaimana caranya yaa…. Salsa selalu sehat dalam cuaca ekstrim seperti ini ? dimana lingkungan teman sekelasnya banyak yang sakit, dan aktivitas hariannya juga padat ??

Friday, November 4, 2016

PERTANIAN BERKELANJUTAN SOLUSI KETAHANAN PANGAN GLOBAL











Menurut Teori Kependudukan yang di kemukakan oleh Thomas Robert Maltus bahwa pertumbuhan penduduk lebih cepat daripada bahan makanan. Penduduk tumbuh secara "deret ukur" (1,2,4,8,16...dst) sedangkan persediaan makanan cenderung mengikuti deret hitung (1,2,3,4...dst). Menurut Badan Pusat Statistik laju pertumbuhan penduduk pada periode 2000-2010 lebih tinggi daripada periode 1990-2000, yaitu 1,49 persen dibandingkan pada periode 1990-2000 yang hanya 1,45 persen. Sedangkan luas lahan pertanian makin berkurang dengan adanya pembangunan gedung dan perumahan.Apabila pertambahan penduduk melebihi pertumbuhan produksi pangan akan menimbulkan masalah sosial seperti kemiskinan, kelaparan,kekumuhan kota dan masalah lainnya.Data organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) PBB menyatakan sekitar 20 juta rakyat Indonesia mengalami kelaparan setiap hari.Bahkan Indonesia menempati posisi ke 71 dari 113 negara menurut Global Food Security Index tahun 2016 yang dirilis oleh The Economist


Menyikapi permasalahan tersebut Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) bekerjasama dengan OXFAM Indonesia, mengadakan Media Talk : "Memajukan Pertanian Berkelanjutan untuk Mewujudkan Hak Atas Pangan" pada hari Sabtu tanggal 30 Oktober 2016 di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat. Dengan menghadirkan 5 Narasumber yaitu Noor Avianto (Direktorat Pangan & Pertanian Bappenas), Tjuk Eko Hari Basuki (Kepala Pusat Ketersediaan Kerawanan Pangan Kementrian Pertanian), Dini Widiastuti (Direktur Program Keadilan Ekonomi OXFAM), Khudori (Pengamat Pangan & Pertanian FAAPPMI) dan Dea Ananda (Artis)
(dari kanan-ke kiri : Tjuk Eko, Noor Avianto, Dini Widiastuti, Khudori & Dea Ananda sumber : dok.FAAPPMI)
Acara yang diawali dengan makan siang ini berlangsung singkat dan padat dari jam 13.00 - 15.00 Wib, dengan menghadirkan 5 narasumber sekaligus. Masing-masing Narasumber menyampaikan konsep dan gagasanya, sebagai berikut :

1. Pertanian Berkelanjutan dengan Kearifan Lokal
Presentasi diawali oleh Bapak Tjuk Eko, yang memberikan konsep Pertanian berkelanjutan dengan kearifan lokal sesuai nilai-nilai yang dianut dan dipraktikan Masyarakat setiap daerah. Di Jawa dikenal istilah Pranoto Mongso sebagai metode pertanian berkelanjutan dengan tetap menjaga kesimbangan jaringan. Metode pranoto mongso diharapkan petani dapat mengetahui dan memprediksi pola bercocok tanam yang tepat di masa-masa krisis. Pada umumnya petani atau nelayan di Pulau Jawa menggunakan pranoto mongso (aturan waktu) untuk memulai pekerjaan, kapan waktu bertanam, waktu memanen atau bagi nelayan kapan waktu mencari ikan. Dulu petani dapat memperkirakan kapan musim hujan dan kapan musim kemarau, tetapi sekarang dengan perubahan iklim yang tidak menentu maka perlu dicari alternatif lain, agar tetap mendukung keberlangsungan aktivitas pertanian , misalnya dengan rekayasa genetika, pemakaian pupuk.

2. Pertanian Berbasis Ekoregion
Narasumber yang kedua Bapak Khudori, menyampaikan metode pertanian yang berbasis Ekoregion

(sumber : Dok.FAAPPMI)
Kendala produksi pangan antara lain sebagian besar petani gurem,perubahan iklim yang makin sulit diprediksi, Subsisi input (pupuk & benih) tidak sesuai kebutuhan, sumber air di hulu rusak, dan infrastuktur yang kurang memadai. Pertanian Ekoregion merupakan salah satu alternatif sistem pertanian yang berkelanjutan, dimana sistem ini bertumpu pada 3 pilar ketangguhan yaitu ekonomi,ekologis dan sosial. 
Pertanian Ekoregion sudah diterapkan, meskipun belum sempurna yaitu dalam perencanaan penggunaan lahan pertanian, seperti pemetaan kesusaian lahan, pemetaan zona agroekologi dan zona rawa. Prinsip Ekoregion seperti prinsip otonomi daerah, yang tidak sentralistik, tetapi menyesuaikan dengan kebutuhan daerah. Hal ini akan memunculkan kreativitas dan secara bertahap akan terjadi spesialisasi. Jadi menggunakan pendekatan sesuai kondisi dan kebutuhan region, bukan pendekatan komoditas.

Sistem Pertanian ini mempunyai kendala, antara lain elit daerah tidak mengaggap penting isu pertanian, Ketergantungan yang tinggi pada produktivitas di Pulau Jawa, Ego daerah masih amat menonjol